Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kearifan Lokal, Keunikan Kebiasaan Masyarakat

Kearifan lokal adalah

Kearifan lokal adalah pengetahuan dan cara pandang yang dimiliki oleh masyarakat suatu wilayah yang diwariskan secara turun-temurun. Kearifan lokal bisa berupa cara menyelesaikan masalah, mengelola sumber daya alam, atau menjalankan kegiatan kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan budaya dan kondisi setempat. Kearifan lokal juga merupakan bentuk dari adaptasi terhadap lingkungan dan sumber daya yang tersedia di suatu wilayah.

Kearifan lokal adalah Menurut UU No.32/2009

Kearifan lokal adalah Menurut UU No.32/2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat antara lain melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari.  Kearifan lokal lahir dari pemikiran dan nilai yang diyakini suatu masyarakat terhadap alam dan lingkungannya. Di dalam kearifan lokal terkandung nilai-nilai, norma norma, sistem kepercayaan, dan ide-ide masyarakat setempat. Oleh karena itu, di setiap daerah memiliki kearifan lokal yang berbeda-beda. 

ciri-ciri kearifan lokal

Beberapa ciri-ciri kearifan lokal adalah sebagai berikut:

  1. Kearifan lokal merupakan pengetahuan dan cara pandang yang dimiliki oleh masyarakat suatu wilayah yang diwariskan secara turun-temurun.
  2. Kearifan lokal bersifat lokal dan unik, karena berasal dari suatu wilayah tertentu yang memiliki budaya, kondisi, dan lingkungan yang berbeda dari wilayah lain.
  3. Kearifan lokal terkait dengan cara hidup masyarakat yang berasal dari suatu wilayah, termasuk cara menyelesaikan masalah, mengelola sumber daya alam, atau menjalankan kegiatan kehidupan sehari-hari.
  4. Kearifan lokal merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan sumber daya yang tersedia di suatu wilayah, sehingga dapat membantu masyarakat untuk hidup dan berkembang secara sehat.
  5. Kearifan lokal bisa berupa ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni yang berasal dari masyarakat setempat.

Fungsi dan manfaat  kearifan lokal

Fungsi dan manfaat  kearifan lokal adalah:

  1. pengembangan iptek;
  2. pelestarian dan konservasi sumber daya alam;
  3. pengembangan sumber daya manusia;
  4. sebagai petuah, kepercayaan, sastra, dan pantangan;
  5. bermakna sosial;
  6. bermakna etika dan moral;
  7. sebagai pengetahuan budaya.

contoh kearifan lokal di Indonesia

Beberapa contoh kearifan lokal di Indonesia adalah sebagai berikut:

Sasi

Sasi adalah salah satu bentuk kearifan lokal yang ada di Maluku. Sasi adalah sistem pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan oleh masyarakat adat di wilayah tersebut. Sasi mengatur waktu pemanfaatan sumber daya alam, seperti waktu memanen ikan, waktu mengambil kayu, atau waktu menangkap burung. Sasi juga mengatur cara-cara tradisional dalam mengelola sumber daya alam secara lestari, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekarang dan yang akan datang. Sasi merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang bisa membantu dalam menjaga kesinambungan lingkungan dan sumber daya alam di Maluku.

Sasi
Subak

Cara menanam padi di sawah yang terdapat di daerah Jawa Tengah, yang disebut dengan teknik "subak" atau "satriya". Subak merupakan sistem pertanian yang berdasarkan aturan-aturan adat yang mengatur bagaimana cara mengelola air, tanah, dan benih padi, serta mengatur hubungan antar petani di suatu wilayah

Subak

Huma

Cara mengelola hutan di daerah Papua, yang disebut dengan teknik "huma". Huma adalah sistem penataan hutan yang berdasarkan aturan-aturan adat yang mengatur bagaimana cara mengelola hutan secara lestari, serta mengatur hubungan antara masyarakat dengan hutan di suatu wilayah.

Jamu

Cara memanfaatkan tumbuhan obat di daerah Kalimantan, yang disebut dengan teknik "jamu". Jamu adalah cara tradisional dalam mengolah tumbuhan obat menjadi produk yang berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit.

Jamu

Pagar rahasia

Cara mengelola perikanan di daerah Maluku, yang disebut dengan teknik "pagar rahasia". Pagar rahasia adalah cara mengelola perairan yang berdasarkan aturan-aturan adat yang mengatur bagaimana cara menangkap ikan secara lestari, serta mengatur hubungan antara masyarakat dengan perairan di suatu wilayah.

Gerabah

Cara membuat kerajinan dari bambu di daerah Jawa Barat, yang disebut dengan teknik "gerabah". Gerabah adalah cara membuat kerajinan dari bambu yang berdasarkan aturan-aturan adat yang mengatur bagaimana cara mengolah bambu menjadi produk kerajinan yang berkualitas.

Gerabah

Tumpangsari

Cara-cara tradisional dalam mengelola pertanian, seperti sistem tanam sawah irigasi di Jawa, sistem tanam tumpangsari di Bali, atau sistem tanam gulma di Kalimantan.

Tumpang sari



Posting Komentar untuk "Kearifan Lokal, Keunikan Kebiasaan Masyarakat"